Yuk Cari Barang Antik kesukaanmu disini

Jumat, 07 Maret 2014

Poster Pemain Film Lawas

Sold Out
( Bpk Edsn, Banten. Thanks )
Sold Out
Sold Out
Sold Out
Sold Out
Sold Out
Sold Out









Harga Rp. 20.000
Ukuran: 39 Cm x 54 Cm
Kondisi : Utuh
Kami memiliki Poster bergambar artis-artis tahun 80an seperti bruce lie, Arnold, Dewi Yull, Marisa Haque, Dina Mariana, Paramitha Rusady dll. dengan kondisi bagus.

Aneka Kaleng Koleksi Kami





 Sold Out 
( Pak Edsn, Banten. Thanks )
 Bagian Belakang
Sold Out
 Sold Out
 Sold Out
 Sold Out
Sold Out

Radio Tabung Bence Sparepartan

Harga Rp.500.000
 Radio ini berukuran :
P = 65 Cm
L = 27 Cm
T = 32 Cm
Berat = 15 Kg
Mesin masih ori namun mati.

Senin, 03 Maret 2014

Kartu Pos Pakualaman








Harga Rp.125.000
Kartu Pos ini di tulis th 18an-19an awal ditujukan untuk penguasa keraton pakualaman yogyakarta. kartu pos ini beberapa diantaranya ada tanda lipatan tengahnya, secara umum kondisinya utuh.

Rabu, 26 Februari 2014

Aneka Pispot Enamel







Harga Rp.150.000 + Ongkir
Kondisi : Utuh & masih bisa dipakai
Catatan: Ada noda karat kecil di beberapa pispot karena usia

       Pispot adalah sebuah bejana yang diberi pegangan dan biasanya diletakkan di bawah tempat tidur di dalam kamar dan digunakan untuk buang air kecil di malam hari. Di zaman Victoria, kadang-kadang di dalam kamar dibuat khusus sebuah lemari dengan pintu tertutup dan di dalamnya diletakkan pispot untuk dipergunakan di malam hari.
        Pispot yang dibuat dari keramik ataupun email seringkali dilengkapi dengan penutup.
Sebuah pispot dengan bentuknya yang khas, yaitu Bourdaloue, dirancang khusus untuk perempuan. Bentuknya yang persegi empat atau oval, kadang-kadang dengan bagian depan yang lebih tinggi, memungkinkan perempuan untuk buang air kecil sambil berjongkok atau berdiri tanpa banyak kemungkinan “kecelakaan”, dan juga menolong dengan pakaian yang dikenakannya. Nama "Bourdaloue" konon berasl dari seorang pastor Katolik Perancis terkenal, Louis Bourdaloue (1632 - 1704), yang menyampaikan homili yang demikian panjang, sehingga kaum perempuan bangsawan yang menghadirinya meminta para pelayan mereka diam-diam meletakkan pispot di balik gaun mereka sehingga mereka dapat buang air kecil tanpa harus meninggalkan tempat. Namun penjelasan ini agaknya hanyalah sebuah mitos.
     Pispot tetap lazim digunakan hingga abad ke-19, ketika toilet yang dibangun di dalam kamar mulai menggantikannya.
Hingga sekarang (tahun 2007), pispot masih dipergunakan di negara-negara yang tidak memiliki toilet di dalam rumah seperti di daerah-daerah pedesaan di Tiongkok. Orang juga telah merancang pispot untuk dipergunakan di tempat tidur di rumah sakit ataupun di rumah bagi pasien yang tidak dapat meninggalkan tempat tidurnya.
   Pispot juga sering dipergunakan untuk melatih anak-anak kecil untuk menggunakan toilet.( Wikipedia.Org )

Selasa, 25 Februari 2014

Foto-Foto Kunjungan Ratu Juliana Ke Indonesia









Harga @ Rp.35.000
Kondisi: Foto Original & Mulus

Ratu Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau (lahir di Den Haag, 30 April 1909 – meninggal di Baarn, 20 Maret 2004 pada umur 94 tahun) adalah Ratu Kerajaan Belanda dari 6 September 1948, sampai tanggal 30 April 1980, ulang tahun beliau yang ke-71, ketika putrinya Ratu Beatrix naik takhta.
Juliana menikah dengan Bernhard zur Lippe Biesterfeld, seorang bangsawan Jerman, pada tanggal 7 Januari 1937 dan mendapatkan empat anak Beatrix (1938), Irene (1939), Margriet (1943), dan Marijke (1947) yang namanya kemudian diganti menjadi Christina.
Ratu Juliana naik takhta menggantikan ibunya, Wilhelmina, antara tahun 1947 – 1948. Pada 27 Desember 1949, ialah yang secara resmi menyerahkan kedaulatan Hindia Belanda kepada ketua delegasi Indonesia, M. Hatta, dalam pertemuan di Istana Dam, Amsterdam.
Rakyat Belanda menyukainya karena ia tidak terlalu menjunjung formalitas. Putrinya, Beatrix, malah dikenal lebih formal, seperti ayahnya, Pangeran Bernhard.
Ratu Juliana pernah ke Indonesia pada tahun 1972 sambil membawa "oleh-oleh", antara lain naskah manuskrip Kakawin Nagarakretagama. Naskah lontar ini berasal dari Lombok dan sampai ke Belanda karena dijarah oleh KNIL pada tahun 1894, sewaktu tentara Belanda menaklukkan Lombok.
Meski telah mengundurkan diri dari politik sejak tahun 1980, ia masih aktif di bidang sosial sampai tahun 1995.
Dan dialah Ratu Belanda yang akhirnya mengakui kedaulatan negara Indonesia setelah pertemuannya dengan Mohammad Hatta dalam penyelesaian Diplomasi di Konferensi Meja Bundar di Den Haag, pada tanggal 23 Agustus sampai dengan 2 November 1949.( wikipedia.org )